Beberapa hari tidak komunikasi dengan Jason membuat Norah semakin sedih, semakin berfikir memang tidak ada yang adil di dunianya.
Hatinya hancur, pikirannya kacau.
Tak lama dari hari hari sedih itu, aku mendapat panggilan Interview kerja. Yaa interview kerja dekat dengan tempat tinggal Jason. Tentu saja aku tidak menyia nyiakan kesempatan untuk bertemu Jason, walaupun dia sedang tidak ingin diganggu tapi aku rindu. Apapun yang akan terjadi aku harus menemuinya.
Sesampainya di rumah Jason aku langasung menemuinya di kamar, kulihat dia menggambar dan mencoret coret lemari dikamarnya, aku menyapa.. yang aku lihat hanya wajah bingung Jason, seolah bertanya apa yang aku lakukan dirumahnya, kemudian melanjutkan gambarnya.
aku tau banyak hal yang dia pikirkan.
Aku memberinya waktu dan kembali ke ruang keluarga, berbincang bersama ayah dan ibu Jason. Cukup lama sampai ibu Jason pergi kekamar Jason dan mengajaknya untuk sekedar menyapaku. Tak lama berselang Jason keluar kamar dan menyapaku dengan canggung, Syukur ibu dan ayahnya mengerti dan meninggalkan kami untuk ngobrol.
Tak banyak penjelasan yang keluar dari mulutnya hari itu, tapi dia tetap bersikap manis seperti biasanya, mengantarku interview dan menjemputku untuk kembali kerumahnya.
Ternyata pada hari itu kerabat Jason ada yang sedang mengadakan hajatan, ayah dan ibu Jason tengah bersiap untuk pergi saat aku kembali kerumah mereka. "Norah ikut yuk, nanti kamu bareng Jason aja yah nak, tante duluan"
"Maaf tante tapi Norah tidak membawa baju yang bisa dipakai untuk ke hajatan"
Ibu Jason memaksaku untuk mengenakan pakaian yg saat itu aku kenakan, ikut bersama mereka, namun aku tetap menolak segan.
Aku menemani Jason menyiapkan pakaian kesayangannya saat ke hajatan, batik lengan panjang yg licin, celana hitam panjang senada, dan sepatu kesayangannya. Hari itu aku menatap wajahnya dan berkata "aku sangat beruntung sayang, kamu yang terbaik" Jason hanya tersenyum, menggenggam tanganku kemudian berpamitan.
Sehari kemudian aku mendapat kabar bahwa aku diterima kerja, rasanya senang sekali, aku akan kembali beraktivitas dan bonus tinggal lebih dekat dengan Jason.
Hari hari setelahnya sudah bisa ditebak..
Aku dan Jason sudah baikan, tidak ada lagi hal hal yang mengganjal hati kami, yang ada setiap hari hanya kebahagiaan, keceriaan dan kasih sayang.
Kami semakin sering menghabiskan waktu bersama. Setiap hari sepulang kerja, Jason menjemputku untuk sekedar menikmati malam, berkeliling kota sambil ngemil dan bersenda gurau.
Hari hari kami terasa lebih baik, kami berdua merasa semakin erat.
Comments
Post a Comment