Norah ~ Beni dan Edo

     Beberapa bulan di sekolah ini, aku sangat suka, semua kurikulumnya jika kalian tau pastilah kalian sangat mendambakan nya, jujur saja itu sekolah terbaik yang aku tau, mata pelajarannya pun tak jauh jauh dari tempat wisata, penghitungan biaya tour, penghitungan biaya tiket, pemandu wisata, dan sebagian besar pelajaran menggunakan bahasa inggris.
    Suatu hari sepulang sekolah, aku bertemu beni di jalan " hai norah, lama gak ketemu rindu juga ya, aku minta nomor hp kamu dong,biar ntar kalo ada perlu gak susah nyarinya"
Aku yang saat itu kaget dan masih gak percaya ketemu lagi sama beni  cuma bisa mengangguk dan langsung memberikan nomer hp ku ke beni.
Dari pertemuan singkat di jalan hari itu aku dan beni semakin dekat, setiap hari kami saling bertukar pesan singat, membahas hal apa saja yang bisa dibahas. Dan beni juga mulai rajin menjemputku sepulang sekolah.
     Hari ini beni bilang kalau  malam dia akan kerumahku, main main katanya uda lama gak ketemu mama, dan entah apa yang membuatku ingin terlihat lebih manis dari biasanya, aku pakai baju kesukaan sewaktu beni datang kerumah, tapi rumah dalam keadaan sepi saat itu cuma ada aku dan beni berdua di rumah. Yah sebagai dua orang yang mungkin sedang kasmaran waktu itu,seperti yang kalian tebak, saat beni duduk di sofa dia memintaku duduk di pangkuannya, dan akupun mengiyakan, akhirnya aku duduk di pangkuan beni dengan wajah menghadapnya, kami berciuman lama, sangat menikmati dan ya bahagia pastinya tapi tiba tiba 'Cetakk!!' gigi beni menghantam bibirku di bagian atas, dengan panik aku langsung bangkit, bukannya takut beni malah ketawa "haha bibir kamu tuh berdarah, lasak sih"
Aku yang malu pun ikut ketawa sambil mengelap bibirku yang berdarah. Kejadian itu gak akan aku lupakan sampai kapanpun, karena terlalu senang kami sampai tak bisa mengontrol gerakan.
       Tak lama pun mama dan papa pulang, setelah berbincang sedikit dengan mama, beni pamit pulang. Hari hari setelah itu aku dan beni masih saja dekat, tapi sejauh ini status kami bukan berpacaran, entah apa aku juga tidak pernah menanyakan ke beni, pertengahan semester beni mulai jarang mengabari ku, aku lihat dia mulai sibuk dengan band nya, sesekali dia mengajakku untuk menemani manggung, tapi semakin hari semakin merenggang, dan akhirnya beni benar benar  tidak menghubungiku lagi.
     Disaat yang bersamaan dengan itu edo mulai kembali mencariku, mungkin dia ingat janjinya setelah aku selesai ujian nasional dia akan menemuiku lagi, dan tanpa butuh waktu lama kami pun berpacaran kembali. Hari hari berjalan normal seperti biasanya, edo selalu menjemputku sepulang sekolah dan selalu datang kerumah saat malam hari

Bersambung . . .

Comments