Norah ~ Belahan jiwa

     Setelah putus dari ibnu berbulan bulan lamanya aku menyendiri, hingga suatu hari beni datang lagi, tapi kali ini dia sudah tidak lagi berpacaran dengan tika, jujur aku lega mengetahuinya.
     Beberapa minggu aku dekat dengan beni dan akhirnya dia menyatakan bahwa dia mau serius
menjalani hubungan denganku, tak lagi seperti dulu yang hilang timbul. Dan mudah saja ditebak akhirnya kami berpacaran, sumpah demi tuhan saat beni menyatakan ingin serius itu adalah hari yang paling bahagia dalam hidupku, beni yang sedari SMP sudah ku taksir, yang sedari dulu sudah aku inginkan, akhirnya kami benar benar berpacaran sekarang. Setiap hari kuhabiskan waktu bersama beni, entah apa yang membuat aku benar benar cinta sama lelaki ini, aku merasa sangat beruntung bersamanya. Setiap tingkahnya selalu bisa membuatku kagum. Tapi hanya 6 hari dari hari dimana kami resmi berpacaran, beni bilang kalau dia dapat tawaran kerja di luar kota "gajinya lumayan, aku mau serius sama kamu norah, ini kesempatan kita untuk menabung"
Melihat keseriusan beni aku pun merelakan dia pergi, sebelum pergi beni menyematkan sebuah cincin di jariku "pakailah ini, sampai nanti aku belikan yang sepasang untuk kita"
Hal hal sepele seperti ini saat beni yang melakukannya, itu terasa sangat berkesan bagiku, tetapi yahhh lagi lagi aku harus berhadapan dengan jarak, kali ini tak tanggung tanggung 3.136KM. Ini adalah pacaran jarak jauh terberatku, pertama karena dia yang benar benar aku harapkan jauh sebelum saat ini hanya dalam beberapa hari resmi menjadi pacarku dia harus pindah ke luar kota, kedua jarak ini terlalu jauh yang dulunya dengan aldi hanya 656KM ini jauh berkali kali lipat, ketiga aku masih sangat butuh beni disini, karena jujur saja saat itu aku sedang tidak ingin LDR.
    Setelah kepergian beni, untuk bulan pertama semuanya berjalan sesuai harapanku, beni selalu menghubungiku di waktu senggang nya, beni benar benar menunjukkan keseriusannya, tapi itu tak berlangsung lama, lambat laun beni mulai susah untuk dihubungi, setelah beberapa kali dia mondar mandir dari satu kota ke kota lain, akhirnya beni bilang dia akan pulang. Di sana beberapa kali dia ditipu, sebagian gajinya tak kunjung keluar sehingga sulit untuk bisa menabung saat berada diluar kota. Pada duatu hari dengan maksud akan pulang ke kota dimana kami tinggal, beni menyempatkan diri untuk bertemu teman lamanya tak jauh dari ibukota, tetapi setelah beberapa hari mulai tak kedengaran kabar beni akhirnya menghubungiku "norah, aku tidak jadi pulang, aku putuskan untuk menetap disini untuk beberapa waktu, aku akan membangun sebuah usaha disini, ada yang membantu"
   Aku yang saat itu masih berfikiran baik tentang beni lantas mengiyakan, tapi kemudian "jangan tunggu aku pulang, aku juga tak tau kapan, mulailah kehidupan baru kamu disana tanpa aku norah" saat itu juga air mataku menetes, lalu apa yang selama ini aku tunggu, aku melepasmu sambil tersenyum dengan harapan kau akan kembali untukku, nyatanya kau malah memutuskan hubungan kita sekarang. Namun apalah daya rasa cinta begitu besar hingga membunuh sepenuhnya logika ku. Ku aminkan perkataannya dengan sok tegar aku bilang "apapun yang menjadi keputusanmu, aku terima ben" tapi ucapku dalam hati apapun itu  aku yakin suatu hari kamu akan pulang untukku, mungkin bukan sekarang tapi pasti suatu hari nanti.
Setelah beberapa minggu beni benar benar memutuskan komunikasi, aku lihat dia sesekali mulai memamerkan kedekatannya dengan seorang perempuan. Dan tak berapa lama aku tau ternyata mereka berpacaran, sejak saat itu tak berani sedikitpun kuintip akun sosial media beni, hatiku hancur berkeping keping, tapi semua orang yang sempat tau aku berpacaran dengan beni selalu saja bercerita kalau beni kelihatan begini begitu di sana.tak sedikitpun aku mau memikirkannya, saat itu aku seperti lari dari kenyataan dan tetap memeluk rasa sayang yang begitu besar terhadap beni.
  Beberapa bulan setelahnya, aku berkesempatan mengunjungi jakarta, ada sedikit urusan pekerjaan, beni yang saat itu tau aku sedang dijakarta tiba tiba saja mengirimkan pesan pendek "norah kamu dijakarta? Main atuh, rindu juga sama kamu"
Seketika hari hariku yang kemarin gelap berubah menjadi cerah hanya karena sepenggal kalimat ajakan bertemu, tanpa berfikir lama aku iyakan.
Karena aku yang waktu itu menumpang di kosan temen dan beni juga di jakarta tidak ada tumpangan, akhirnya malam itu kami putuskan untuk menyewa sebuah kamar hotel, dan akhirnya kami bertemu di kamar hotel itu. Beni yang selalu bersikap manis dihadapanku, malam itu sukses membuatku terbang ke langit ketujuh.
     Keesokan pagi nya beni yang ada urusan dengan rekan kerjanya bergegas meninggalkan hotel, namun tetap meninggalkan tas pakaian yang dia letakkan di dalam lemari hotel, aku pun yang hari itu memang berencana membeli beberapa oleh oleh akhirnya meninggalkan hotel dengan ditemani fauzi, temanku yang anak asli jakarta.seharian aku kesana kemari untuk membeli oleh oleh, dan kembali ke hotel sekitar pukul 9 malam,yang pada saat itu ternyata beni belum juga kembali ke hotel, langsung saja aku kirimkan pesan singkat kepada beni "aku uda nyampe di hotel nih, kamu masih lama gak? Aku mau mandi takut ntar gak bisa bukain pintu"
Dengan cepat beni membalas "udah deket kok, ini dua meter lagi

5

4

3

2

1"

      Tepat saat aku baca pesan itu terdengar suara pintu diketuk, aku langsung membuka pintu dan benar saja itu beni. Ahhh kau selalu saja bisa membuatku tersipu karena sikapmu ben, sumpah mati aku cinta sama kamu . . .
Selesai mandi kami pun langsung beristirahat, karena merasa sangat lelah sudah seharian di luar. Keesokn paginya aku dan bemi berencan untuk check out, beni kembali ke cafe yang sedang dia bangun dan aku pulang ke kotaku, karena memang sudah banyak pekerjaan yang aku tinggalkan, pagi itu sembari bercermin aku kembalikan cincin yang pernah diberikan beni, sambil aku lepaskan cincin itu aku bilang ke beni "sepertinya cincin ini lebih baik aku kembalikan saja, aku takut kalau terus melihat cincin ini masih dijariku,aku akan terus berharap kamu kembali"
Beni saat itu hanya diam tertegun, lalu aku letakkan cincin itu diatas meja dengan airmata yang menetes, belum sempat aku berpaling dari hadapannya beni memegang cincin itu "pakai saja dulu cincinnya,aku gak bisa janji apa apa sama kamu norah,tapi aku minta pakailah dulu cincin ini" kemudian dia memelukku sambil mengusap usap kepalaku. Tak banyak yang bisa kulakukan saat itu selain menangis, seandainya kamu tau ben, tak sedikitpun rasa ini berkurang, bahkan saat kamu menyakitiku sangat dalam, yang ada.. Cintaku semakin kuat.
Setelah merapikan koper akupun bergegas meninggalkan hotel menggunakan taxi, Sementara beni pergi menemui klien cafe nya.
   hari itu hujan turun sangat lebat, air menyucur deras dari atap mobil turun ke jendela kaca, seakan semesta tau bahwa norah sedang benar benar sedih.

Bersambung . .

Comments