Sekarang usiaku sudah memasuki 13 tahun, sudah di bangku sekolah menengah pertama.
hari hariku sejauh ini berjalan menyenangkan bertemu teman baru, orang orang baru di sini.
tapi ada satu yang menarik perhatianku seorang anak laki laki teman sekelasku, tak ingat kapan pertama kali aku mulai suka padanya tapi rasanya aku selalu bersemangat saat akan berangkat sekolah dan itu karena nya.
panggil saja dia beni.
ternyata lama lama temanku menyadari bahwa aku menyukai beni , teman temanku pun menyusun rencana agar kami bisa lebih dekat.
setiap hari sabtu guru olahraga kami selalu memberikan jam tambahan untuk latihan renang, dan teman teman ku sangat pandai memanfaatkan waktu itu.
selesai latihan renang kami pun membuat janji untuk pergi nonton di bioskop tepat di samping hotel tempat kami latihan renang, waktu itu kami memilih film drama percintaan, entah apa judulnya aku juga tidak terlalu memperhatikan.
kami pergi bersama beberapa teman, dan beni duduk tepat disampingku.
tak ada percakapan sedikitpun antara kami selama film berlangsung kontak fisik pun tak ada, haha aku rasanya diam membeku di samping beni sore itu.
setelah film selesai kami menghabiskan waktu dengan menjelajah penjuru mall yang sangat sepi pengunjung itu, tanpa terfikir olehku beni menggenggam tanganku
ahhhh.. aku gemetaran tapi senang
aku lihat wajah beni begitu malu malu, aku dan beni sangat menikmati kencan pertama bersama teman teman kami.
tak terasa kami sudah memasuki kelas 2 SMP, hari itu datang seorang ank baru, namanya dewi pindahan dari salah satu kota kecil yang saat dia menyebutkan tempat tinggalnya itu terdengar sangat asing bagiku.
tak butuh waktu lama kami pun akrab dan berteman dekat, tapi ternyata teman sebangku ku di kelas 1 ika dia sangat cemburu melihat kedekatan aku dan dewi, dia kelihatan sangat kesal hingga akhirnya dia benar benar menjauhiku.
semakin hari aku dan dewi semakin dekat, setiap hari sepulang sekolah aku sempatkan berkunjung kerumahnya, dewi disini tinggal bersama pamannya, dirumah itu ada beberapa sepupu nya, nenek,paman, bibi dan juga seorang pembantu.
suatu hari tanpa aku tau sebabnya dewi beradu mulut dengan nenek dia bilang padaku nenek selalu menjelekkan dia di depan paman nenek juga selalu menyamakan dewi dengan pembantu, dewi yang pemberontak benar benar tidak terima dan memutuskan untuk keluar dari rumah itu dan meminta untuk tinggal bersamaku,
jujur aku heran, seorang gadis berusia sekitar 14 tahun sudah berani lari dari rumah, wahh dalam hatiku...
saat dewi mulai tinggal dirumahku awalnya aku senang karena tak lagi harus capek setiap hari singgah dirumah nya saat pulang sekolah, meskipun aku selalu menikmati saat dirumahnya yang di diami seorang yang sekarang kami sebut nenek sihir itu, selalu ada makanan lezat tersaji di meja makan, selalu ada cemilan untuk mengisi perut beringas kami sepulang sekolah, selalu ada sepupu dewi yang waktu itu aku anggap sangat tampan, namanya mas dika dan mas aldo.
tapi semenjak dewi tinggal dirumahku sudah sangat jarang sekali kami menginjakkan kaki di rumah nenek sihir.
semakin hari dewi tinggal dirumahku aku mulai khawatir, bagaimana kalau penyakit lama papa muncul?
bagaimana kalau dia juga mengganggu dewi seperti menggangu tidurku dulu
ahhh mudah mudahan saja papa sudah lupa caranya bersikap menjijikkan seperti dulu.
tapi semakin hari aku merasa dewi dan papa semakin dekat, mereka sering pergi berdua walau cuma sekedar menikmati angin sore berjalan jalan mengendarai motor,
bahkan mereka berdua pergi mengunjungi kampung halaman papa dan pergi untuk beberapa hari, yaa hanya berdua
aku mulai merasa tidak nyaman dengan kedekatan mereka.
sampai aku lulus SMP dan dewi meninggalkan rumah, aku juga tak paham kenapa dewi bisa sedekat itu dengan papa.
bersambung . .
Ditunggu cerita norah berikutnyaa~
ReplyDelete